Silaturahmi KBRI dengan Indo-Bourgogne

6 05 2009

Belum genap seminggu setelah Soiree Indonesienne di Dijon berlangsung, kembali PPI Dijon bekerja sama dengan keluarga Indo-Franco bikin acara lagi.  Kali ini acara ini atas permintaan KBRI untuk dapat bersilaturrahmi dengan penduduk Indonesia di wilayah Bourgogne, sekaligus untuk sosialisasi informasi pelayanan-pelayanan KBRI termasuk persiapan menghadapi pemilu presiden.

Akselerasi kegiatan yang tadinya baru saja menurun, tiba-tiba menjadi kencang kembali.  Setelah mendata orang-orang yang mungkin dapat hadir, sebagian kami bergerak menghubungi para keluarga indo-franco, lalu sebagian lagi mendata restoran2 di sekitar dijon yang masuk budget, nyaman dan tentu saja akomodatif.  Sebagian lagi merumuskan berbagai tetek bengek kegiatan administratif, formulir keluarga2, alamat dan nomor telpon, serta menu-menu makanan yang akan dipesan ke restoran2 tersebut.  Dalam 3 hari kami berkoordinasi sana-sini, hingga akhirnya mendapatkan semuanya di resto Piccolina.

Singkat kata, pukul 13 kami Sabtu tgl 2 Mei, kami bersilaturrahmi satu sama lain. Rombongan KBRI yang terdiri dari Bapak Maruli beserta istri dan salah seorang staffnya, bapak Sudrajat (Atikbud), bapak Bramantya (konsuler), bapak Hari dan salah seorang lagi, bertemu dengan para pelajar di dijon yang berjumlah sekitar  7 orang, lalu juga bertemu dengan 4 keluarga Indo Franco yang meliputi keluarga Courtot dari Dijon, keluarga dari Canceaux, keluarga Peronart dari Cisery  dan keluarga Gracia dari le creusot. Total jenderal kira2 ada 37 orang yang hadir di resto Piccolina.

Acara berlangsung santai dan menggembirakan dipimpin oleh Aries Muslim. Dimulai dengan sambutan dari Monsieur Dijoni Sunny yang memperkenalkan satu persatu penduduk Dijon dan sekitarnya. Lalu kemudian pak Maruli memperkenalkan satu per satu rombongan dari KBRI dan menerangkan secara ringkas maksud kedatangannya. Selanjutnya pak Sudrajat melakukan pemutakhiran data sambil mensosialisasikan persiapan pemilu presiden dan yang terakhir pak Bram menjelaskan tentang tata cara pelayanan konsuler yang sekarang sudah serba cepat.

Semua pembicaraan ini disambi sambil menikmati hidangan apéritif, entrée dan plat principal.  Suguhan istimewanya adalah semur àla dijon yang dibuka dulu dengan salad spesial ikan salmon serta minuman kir. Nah, saat hidangan penutup keluar, sambil minum kopi, mulailah tanya jawab dilangsungkan. Ada yang menanyakan soal permohonan pembuatan passport yang belum selesai, ada pula yang bertanya soal beasiswa, dan sebagainya. Serunya sesi ini ternyata membuat waktu tiga setengah jam terasa berlalu begitu cepat.  Kalau saja resto ini tidak akan tutup, tentu akan kami teruskan perbincangan akrab ini.

Setelah berfoto bersama di depan restoran Piccolina,  dipandu oleh keluarga Courtot, ditemani pula oleh Aries dan Iqbal, para tamu dari KBRI diajak untuk tour ke castle Vougeot. Yaitu salah satu kastil terkenal penghasil anggur di wilayah Bourgogne. Kastil yang berada di pinggiran kota dijon ini dapat dijangkau dengan waktu sekitar 25 menit. Saking enaknya tempat yang penuh kebun anggur ini, pak Sudrajat memutuskan untuk membawa anak2 liburan untuk menginap di sekitar tempat ini.

Akhirnya, sekitar pukul 18, kami berpisah.  Satu lagi, kami menikmati indahnya kebersamaan.  Silaturrahmi ini, Insya Allah akan membawa keberkahan, karena dengan ini kita akan saling mengenal dan saling mengetahui keadaan masing-masing dengan jelas. Pantas saja ada tuntunan Islami yang menyebutkan bahwa silaturrahmi akan membawa rizqi dan ada pula ancaman yang keras bagi para pemutus silaturrahmi.

Maka pelajaran yang dapat kita petik kali ini, jagalah silaturrahmi kita terus satu sama lain….

Nb. Foto-foto ada di sini

Iklan




Foto Soiree Indonesienne

28 04 2009

Berikut ini kumpulan foto kegiatan malam indonesia PPI dijon bekerja sama dengan yayasan trembesi dan KBRI Paris serta KJRI Marseilles.

foto lengkap ada di sini