Saat Kebersamaan Berujung Kebahagiaan

28 04 2009

Saat saya kembali ke Indonesia diakhir bulan Februari 2009 untuk bertemu keluarga dan sahabat2, aku belum mendengar rencana tentang acara Soiree Indonesienne. Tapi saat sampai kembali ke Dijon 26 Maret 2009, saya langsung diberitahu bahwa kita akan mengadakan acara malam Indonesia yang bekerjasama dengan Yayasan Trembesi dan KBRI Paris. Wah saya pikir ini sesuatu pekerjaan besar yang harus digarap serius. Dan pelaksanaannyapun sudah tinggal 1 bulan lagi.  Hebat hebat….. (kalau boleh meminjam status YM MAs Made “Merampungkan Dongen Bandung Bondowoso”) sepertinya ini sangat tepaaaaaaaaaaaat.

Terus terang kami warga Indonesia di Dijon belum pernah menyelenggarakan acara yang bersegmen cukup besar seperti ini, paling acaranya kumpul2 untuk makan siang atau makan malam di rumah/apartemen salah satu dari kami. Wal hasil awalnya kami menjadi kurang percaya diri untukmelaksanakannya. Apalagi dengan keterbatasan Waktu, Dana, Peralatan dan pengetahuan tentang budaya orang perancis, terutama saat makan malam dan mengunjungi suatu acara.

Jam terus bergulir, hari berganti hari, minggu berganti minggu, sampailah kami pada minggu 12 April 2009, saat itu saya, ivan dan Glen diajak oleh keluarga Bang Ujai (salah satu keluarga Franco-Indonesia di Dijon) pergi berjalan-jalan ke danau dan sebuah chatuex diluar kota Dijon. Dalam perjalanan Brigitte kembali berbicara tentang persiapan untuk acara Soiree Indonesienne yang akan dilaksanakan sabtu 25 April 2009. Sungguh kami bertiga menjadi sedikit bingung kira-kira format acaranya seperti apa, walaupun Brigitte sudah mengatakan bahwa acaranya hanya makan malam dengan menu tradisonal Indonesia untuk warga Perancis. Sungguh saat itu saya menjadi bingung dan kurang menikmati acara jalan2 itu.

Senin 13 april 2009,  pagi saat ke Labo saya bertemu dengan teman2 Fitrin,  Debyo, Musa trus kami coba mengevaluasi apa saja yang sudah kami lakukan dan harus segera kami lakukan untuk terlaksananya perhelatan acara ini. Debyo dengan “link” ke KBRI dan PPI perancis langsung menanganni semua kebutuhan yang dapat disuporrt oleh mereka, Fitrin dengan “koneksi hebat” kepada teman2 PPI perancis melobi untuk kesedian rekan2 memeriahkan acara ini, Musa dengan “kehebatan pendekatannya” melobi seorang teman bernama Luth untuk bersedia dan memastikan bahwa dia siap untuk melakukan demo membatik di acara ini, sedangkan saya kebagian mengkoordinir rekan2 PPI Dijon untuk memeriahkan dan menyukseskan acara ini.

Tanggal 19 April 2009  kami mengadakan rapat besar di rumah Brigitte untuk membahas rencana detil kegiatan ini karena terus terang walau hanya bersisa 7 hari kami terus terang persiapan baru 20 %, tapi karena pada hari sabtu 18 April 2009 kami mendapat undangan dari PPI wilayah Lyon untuk menghadiri Soirre Indonesienne yang dilakukan oleh temen2 di Lyon, Alhamdulillah kami mendapat gambaran penuh bagaimana acara ini nantinya berlangsung. Itulah pengalaman yang berharga yang kami dapatkan dan malam sebelumnya kami mendapat kehormatan untuk hadir di acara SIlahturahmi makan malam bersama KBRI Perancis dan PPI wilayah Lyon disebuah restoran di kota Lyon, yang hasil positifnya kami mendapat support yang besar dari KBRI Paris berupa kemudahan, bantuan dana dan peminjaman peralatan yang sebelumnya sudah kami ajukan melalui proposal menjadi lebih mudah dan simpel. Kami boleh memakai semua peralatan yang dipinjam PPI Lyon langsung dari temen2 di Lyon, trus beberapa permohonan permintaan kami yang diajukan mendadak seperti peminjaman Viewer, Pakaian Adat, dan Souvenir nan cantik menjadi terasa lebih mudah (Alhamdulillah, memang kalau kita selalu mau berusaha,menyambung tali silaturahmi dan bermohon kepada Allah, semua perkara sulit menjadi mudah,amin), bahkan peralatan itu semua sebagian dibawa oleh Staff KBRI yang menjadi utusan untuk menghadiri acara kami dan Teman2 PPI Lyon ( Bang Endra, Uda UUn, Mbak Ari dan Om Pascal) dengan setulus hati membawakan itu semua buat suksesnya acara ini (Semoga Allah membalas kebaikan mereka dengan kebaikan, kemudahan dan rejeki nan berkah lagi melimpah,amin)

Kamis 23 April 2009, jam 19 .00 – 23.00, kami berkumpul di rumah aries untuk membahas persiapan terakhir acara ini, hampir  seluruh “panitia”  pendukung acara ini hadir (Bang Ujai, Mbak Agnes, Mbak Yati dan Chers, Kang Doktor Sunny,   Om Debyo “Sang Ketua PPI wilayah Dijon” dan Mbak Aning sang Istri, Uni “Sesepuh” Fitrin, Aries , Ivan, Glen, Dian, Mita, dan Bang “Nabi” Musa, serta penghuni le creusot Kang “Blog Tuan Sufi” Iqbal tea’  . Sebuah kumpulan kolaborasi nan cantik namun penuh dinamika, heheheh. Acara pertemuan berlangsung alot “seperti sidang paripurna DPR saat memutuskan UU Pemilu lalu”, tapi Alhamdulillah selesai dengan hasil yang mengharuskan kita dalam 2 hari ini bekerja ekstra keras dan tekun buat menyelesaikan semua rencana yang sudah disusun. Tapi pagi sebelumnya para juru masak (Ivan, Kang Sunny, Aning dan Brigitte) pergi berbelanja ke toko cina dan pasar komunitas buat membeli keperluan bahan untuk memasak.

Uni Fitrin dan Mami Ira sedang "beraksi"

Jum’at 24 April 2009, kami mendatangkan chef besar Indonesia dari Paris yang sudah cukup lama kami kenal (kami sering menikmati masakan beliau yang hhhmmm nikmat, selama tinggal di resident International de Etudient selama 6 bulan) Ira “Ustazah Al Mukarom..” Puspitawati, beliau dengan gembira memulai memasak semua bahan dan bumbu yang sudah dipersiapkan mulai dari jam 10.00 – 22.00 dirumah Brigitte dengan dibantu oleh Kang Doktor Sunny, Chef Ivan van Bolos, Uni “Sesepuh” Fitrin. Alhamdulillah pada malam itu masakan sudah siap 80% (rendang, semur dan soto kalkun siap santaaaaaaaap). Sedangkan kami mempersiapkan susunan acara, dan peralatan pendukung Expositon dan Animation yang akan di tampilkan.

Sabtu 25 April 2009, Mami Ira pagi2 sudah menyambangi rumah aries, untuk meneruskan memasak beberapa menu yang merupakan bagian, sedangkan kami berangkat ke tempat acara untuk mempersiapkan dekorasi, mengatur meja dan bangku dan semua keperluan untuk mendukung suksesnya acara ini. Sunggu berbeda saat saya mempersiapka acara wisuda Universitas Gunadarma  di Balai Sidang Jakarta dengan acara Soirree Indonesienne di Dijon Perancis. Dibalai Sidang kami hanya tinggal mencoba semua peralatan, soundsystem, panggung, susunan kursi dan lainnya, sebab semua itu sudah dilakukan oleh petugas dari gedung tersebut. Sedangkan di Dijon perancis, kami benar2 harus men setting semua keperluan gedung (meja, Bangku, dekorasi, sampai menyapu, seperti contoh

Bang Imus lagi nyapu Sungguh pengalaman yang harus disimpan rapat2.

Hari semakin sore, kami sudah mulai dag dig dug der walaupun semua persiapan sudah makasimal, tapi perasaan ini masih aja ada yang kurang, kurang inilah itulah dan sebagainya. Tiba akhirnya waktu menunjukan jam 16.15 datanglah tamu pertama kami dan sungguh mengejutkan beliau adalah Prof  Boucheix, pembimbing utama Dian, beserta istri yang mengenakan pakaian Batik sungguh membuat kami terharu, karena Beliau begitu bangga dan percaya diri untuk memakainya (karena kadang banyak kita bangsa Indonesia malu menggunakan Batik, dibanding menggunakan Jas). Kemudian disusul oleh temen2 CEIF dian dari berbagai bangsa, serta tamu2 lainnya.  Ada Rekan2 labo Psikologi , Rekan2 dan colega Brigitte, Prof Michel beserta Istri, Keluarga Franco-Indonesia, serta teman2 dari Lyon dan tak lupa serombongan Staff KBRI yang dipimpin oleh Bapak Stevanus Yuwono, sungguh kira ada 80-100 orang yang hadir, wah kami bersyukur begitu antusias pengunjung datang ke acara ini, yang tadinya terus terang kami sedikit pesimis terhadap keberlangsungan acara ini.

Pengunjung Acara Soiree Indonesienne

Acara dimulai dengan Exposition Foto2 Indonesia dengan berbagai keindahan dan tata kehidupannya , Batik dalam berbagai bentuknya, demo pembuatan batik, Film dan lagu2 bernuansa indonesia acara pembuka ini sudah menunjukan antosiasme pengunjung untuk menyaksikan acara selanjutnya, sampai2 pengunjung meminta untuk segera panitia menampilan acara Tarian Tradisional yang sudah  menjadi bagian acara yang kami susun.

 

tari piring oleh UwiTepat jam 19.00 acaraTari Sembah yang di bawakan oleh Ari, sungguh memikat pengunjung untuk tetap duduk berlama-lama menyaksikan acara2 selanjutnya, apalagi acara utama makan malam belum disajikan, heheheh.

Jam 19.45 mulailah acara makan malam yang diselingi oleh pertunjukan Menyanyi , Menari Piring dari sumatera barat, sampai acara terakhir acara tari Poco-Poco oleh semua panitia yang dikuti oleh pengunjung, walau menjadi nggak karuan (yang pasti tari poco2 nya panitia juga ancur lebur yang dipimpin oleh pelatih tari yang khusus didatangkan dari menado Glen “Goyang” Suryo Putro)

 

 

 

 

 

Pukul 22.30 seluruh acara ditutup dengan ucapan terima kasih buat pengunujung, Panitia, dan semua pendukung acara ini, karena saat para pengunjung berkomentar mereka merasakan sebuah acara yang SPEKTAKULER, yang membuat mereka seperti sedang berlibur di indonesia, Bahkan Staff kedutaan dan teman2 dari Lyon pun menyampaikan rasa kagum atas berlangsungnya acara ini, Allahuakbar, alhamdulillah, Syukur kepada Allah yang telah memberikan kemudahan, rahmat dan pertolongan buat kami semua. 

Itulah buah dari “KEBERSAMAAN UNTUK KEBAHAGIAAN” KEBERSAMAAN ANTAR BANGSA

 

 

 

 

 

 

Aries Muslim

Iklan




Foto Soiree Indonesienne

28 04 2009

Berikut ini kumpulan foto kegiatan malam indonesia PPI dijon bekerja sama dengan yayasan trembesi dan KBRI Paris serta KJRI Marseilles.

foto lengkap ada di sini





Komentar Terhadap Soirée Indonésienne

28 04 2009

Setelah acara ini selesai diselenggarakan berbagai tanggapan pun muncul. Semua pengunjung mengungkapkan antusiasme mereka terhadap acara yang kami selenggarakan ini. Secara keseluruhan mereka memberikan tanggapan yang positif terhadap acara ini. Sebagai contoh seorang istri dari profesor yang mengajar di POLE AFEE (faculté de psychologie) mengirimkan sebuah surat yang berisi tentang kegembiraannya atas acara ini.

Isi surat tersebut berbunyi sebagai berikut :

merci beacoup pour cette belle soirée organisée par les étudiants indonésiens. vous aviez, ensemble, beaucoup préparé et cela était très agréable pour décrouvir la culture des iles indonésiennes. le repas était très original pour nous qui n’avons pas l’habitude des épices et des parfums exotiques. Merci beaucoup.

bagi yang tidak mengerti akan bahasa perancis, terjemahannya adalah sebagai berikut :

terima kasih atas sebuah acara sore yang indah ini yang direncanakan oleh para pelajar Indonesia. Anda semua, bersama-sama, telah mebuat banyak persiapan yang matang, dan hal tersebut sangat menarik untuk menemukan kebudayaan dari pulau pulau yang ada di Indonesia. Makanan yang disajikan sangat unik dan terutama untuk kami yang tidak terbiasa dengan makanan yang mengandung rempah-rempah dan aroma yang eksotik. Terima kasih.

Itulah kutipan dari Jacqueline Boucheix.

Kami orang Indonesia yang bertempat jauh dari Indonesia sangat senang dapat memperkenalkan kebudayaan kami kepada orang asing dan sangat senang melihat ekspresi mereka yang terlihat antusias dan menerima dengan sangat baik atas kebudayaan kita yang beraneka ragam ini. Sebagai duta bangsa kami akan terus berusaha untuk mempromosikan pariwisata dan kebudayaan Indonesia sambil bekerja sama dengan orang Indonesia yang berada di wilayah lain di negara perancis.

écrivain : Ivan Indrawan





Kartu Ucapan Terima Kasih

27 04 2009

Kartu Ucapan





Selamat Datang di komunitas Indo-Franco Bourgogne

27 04 2009

Bienvennue!!

Ini adalah blog silaturahmi orang-orang Indonesia yang tinggal di wilayah regional Bourgogne, Perancis.  Akan ada kisah, cerita, curhat dan sekumpulan dokumentasi tentang kehidupan kami di sini. Ada juga kegembiraan, kesedihan, dan rasa syukur serta parade kesabaran yang akan kami tampilkan di sini.

Tidak berpanjang kata lagi, … enjoy, sil vous plait !

dari : cnccreusotin.fr

dari : cnccreusotin.fr