Selamat pada Mas Sunny…

20 10 2009

Rekan2, hari senin (19/10) kemarin Kami menyaksikan mas Sunny Arief mempertahankan tesis PhD-nya dgn gemilang di Université de Bourgogne Dijon setelah berjibaku dalam waktu hampir 2 jam, dengan berbahasa Perancis sekaligus Inggris sekaligus.

Alhamdulillah, peristiwa ini disaksikan pula oleh ibu rektor dari Universitas kami di Indonesia ; Universitas Gunadarma, yang sedang melakukan kunjungan kerja penandatanganan MoU antara Gunadarma dan Univ de Bourgogne, juga disaksikan oleh hampir seluruh anggota PPI wilayah dijon yang berdomisili di sekitar Dijon dan le Creusot.

Selamat buat mas Sunny atau ‘mbah Dijoni’ atau ‘chef de cuisine Dijoni’. Smg ilmunya berkah & manfaat untuk kemajuan kita semua, bagi agama, bangsa dan negara.

Iklan




DANSES TRADITIONNELLES INDONESIENNES

17 08 2009

Dalam rangka memperingati hari Kemerdekaan Indonesia ke 64 dan memperkenalkan ranah budaya tarian tradisonal Indonesia, KBRI Paris berkerja sama dengan la Communaute de Communes de la Plaine des Tilles, yang didukung oleh Swara Mahardika, Keluarga Indo Franco di Bourgogne serta PPI Wilayah Bourgogne, akan mengadakan pentas Tari Tradisonal Indonesia selama 1 1/2 jam nonstop.

Publikasi Acara

Publikasi Acara

Acara ini akan diadakan disebuah tepian danau yang indah di Arc sur Tille, sambil menikmati turunnya sang surya di ufuk barat dengan sinar merah merona, menyaksikan keelokan tarian tradisonal Indonesia.
Ayo Ajak teman ,kerabat, sahabat untuk hadir diacara ini.

Rugi dech kalau nggak datang.

Aries muslim





JETCSIC 2009 XVème Journée d’Etude Dijon

16 07 2009

JETCSIC 2009

XVème Journée d’Etude Dijon

Dian Kemala bersama Prof Boucheix

Dian Kemala bersama Prof Boucheix

Satu lagi kegiatan Ilmiah yang dilakukan oleh rekan kami Dian Kemala Putri bersama Prof. Jean-Michel Boucheix dan Group penelitiannya. Pada hari Rabu 8 Juli 2009 lalu, ada kegiatan ilmiah di labo LEAD dinamakan JETCSIC 2009 XVème Journée d’Etude Dijon (Journée d’Etude sur le Traitement Cognitif des Systèmes d’Information Complexes). Seminar sehari ini mengangkat topik hasil-hasil  penelitian khususnya model  sistem informasi dan ergonomi cognitif serta animasi dan multimedia. Acara ini berlangsung tiap tahun dan kali ini adalah yang ke 15. Pihak penyelenggaranya untuk tahun ini diorganisir oleh tim labo kami yang diketuai oleh Prof. Jean-Michel BOUCHEIX (Director thesis saya).  Saya dan beberapa mahasiswa bimbingan beliau bertugas membantu pelaksanaan jalannya acara tersebut. Acara tersebut berlangsung di Ruang 103 LEAD, Pole AAFE, Université de Bourgogne.  Peserta adalah  wakil dari beberapa universitas seperti Université de Toulouse, Université de Bourgogne, Université Paris VIII, Université de Genève).  Berikut adalah susunan acara dan judul materi peserta. Acara berlangsung lancar dan banyak pengetahuan yang didapat, kelak tahun depan, InsyaAllah saya tidak hanya bertugas sebagai panitia saja tapi bisa turut mempresentasikan hasil penelitian saya …amin.

Berikut adalah susunan Acara kegiatan Ilmiah tersebut

Journée d’Etude sur le Traitement Cognitif des Systèmes d’Information Complexes

Organisée par Jean-Michel Boucheix, Chloé Fourier, Elodie Bonnetain, Laurent Bergerot, Stéphane Argon & Dian Kemala-Putri, Université de Bourgogne.

Programme de la journée

09h45           Accueil des participants, café.

10h15           Introduction.

Session 1 : Recherche d’Information

10h30           Herimanana Zafiharimalala & André Tricot (Université de Toulouse). Le système d’informations utilisé en maintenance aéronautique : étude exploratoire.

11h00           Mohamed Djouani, Stéphane Caro & Jean-Michel Boucheix (Université de Bourgogne). Comparaison ergonomique de deux systèmes de recherche d’informations : le système traditionnel page à page et le système de recherche en profondeur par transparence Xplore.

Session 2 : Modèles Cognitifs d’Analyse des Documents

11h30           Yann Vigile Hoareau, Adil El Ghali & Denis Legros (Université Paris VIII, Edelweiss INRIA). Vers un modèle cognitif de catégorisation de textes avec Random Indexing.

12h00           Margaux Poncelin, Marie Lacabanne, Julie Lemarié & Hélène Eyrolle (Université Toulouse-Le Mirail). Analyse psychologique de l’activité de l’indexation sociale sous Flickr.

12h30 Repas : Restaurant Universitaire Montmuzard.

Session 3 : Traitement d’Animations et Multimédia.

14h00           Louiselle Morand, Cyril Rebetz & Mireille Bétrancourt (Université de Genève). Apprendre collaborativement à partir d’animations simples ou multiples.

14h30 Natasha Ratenon & Jean-Michel Boucheix (Université de Bourgogne). Quand moins, c’est plus : comparaison d’inférences actives au cours de la visualisation ou de la simulation mentale d’animations, deux études du mouvement des yeux.

Etude 1 : chez les adultes.

15h00           Elodie Guichard & Jean-Michel Boucheix (Université de Bourgogne). Quand moins, c’est plus : comparaison d’inférences actives au cours de la visualisation ou de la simulation mentale d’animations, deux études du mouvement des yeux.

Etude 2 : chez les enfants.

15h30           Conclusion.

15h45           JETCSIC 2010 …

16h30  Fin de la journée.





Forum des Jeunes Chercheurs UB 2009

14 07 2009

gambar FJC09

Untuk mengekspose hasil penelitan yang dilakukan oleh para mahasiswa program doctoral di Université de Bourgogne dalam hal ini yang tergabung dalam e2s (evironnement Santé/STIC) école Doctorale de L’Universite de Bourgogne, diadakanlah sebuah acara yang bertajuk Forum des Jeunes Chercheurs 2009, yang tahun ini merupakan pelaksanaan yang ke 15 dengan tema « De la Science à la Professionalisation ». Acara ini dilaksanakan dari tanggal 25 – 26 Juni 2009 bertempat di Bàtiment Mirande, dekat dengan labo kami le2i.

DSCN8243Banyak hasil penelitian yang ditampilkan dan dipresentasikan  walau penelitian itu masih dalam proses pelaksanaan. Untuk penelitian yang disampaikan dengan presentasi disebut ORALE sebanyak 72  judul penelitian dengan menggunakan 5 ruangan yang berbentuk theater. Kemudian terdapat 96 judul penelitian yang berupa POSTER yang di pajang di sepanjang koridor  Bàtiment Mirande.
Dismping kiri merupakan ruang teather tempat para peserta orale mempresentasikan hasil penelitiannya, Terdapat 5 ruang teather yang digunakan pada kesempatan ini.
Pada kesempatan ini kami mahasiswa doctoral yang berasal dari Universitas Gunadarma Indonesia  ikut  berpartisipasi  sebanyak 6 judul penelitian, 1 disajikan dalam orale presentation dan 5 judul disajikan dalam bentuk poster. Adapun rinciannya sebagai berikut :

1 . Elfitrin Syahrul  ( Orale Presentation), Medical Image Compression using Borrows Wheeler Transform

2. Sunny Arief Sudiro (Poster), Real Time Fingerprint Recognition using FPGA Devices

3. Debyo Saptono (Poster), Design Space Exploration for a Custom VLIW Architecture : Direct Photo Printer Hardware Setting using VEX Compiler

4. Ira Puspitawati (Poster), Children’s Spatial analysis of Hierarchical Pattern in a Drawing Task

5. Aries Muslim (Poster), Algorithma Index of Multimedia Data (VIDEO) using Movement Oriented Method

6. Dian Kemala Putri, 2D and 3D Animation in Learning Complex Mechanism System: An Aye Tracking Investigation 

berikut adalah foto foto kegiatan kami selama mengikuti Forum ini,

Dian sedang menjelaskan Posternya kepada Juri

Dian sedang menjelaskan Posternya kepada Juri

Patih Sunny dengan Poster kesayangannya

Patih Sunny dengan Poster kesayangannya

Mas Debyo dengan gayanya bersama poster

Mas Debyo dengan gayanya bersama poster

Ini Posternya Mbak Ira

Ini Posternya Mbak Ira

Uni Fitrin sedang Presentasi Orale di depan juri dan penonton

Uni Fitrin sedang Presentasi Orale di depan juri dan penonton

Bang aries lagi jagain posternya

Bang aries lagi jagain posternya

Kang Iqbak serius menjelaskan

Kang Iqbak serius menjelaskan

Pada kesempatan FJC 2009 ini saya mendapat kesempatan untuk menjadi « juri tamu » untuk beberapa peserta poster , untuk memberikan penilaian terhadap semua kriteria yang ada pada poster yang disajikan.
Semoga ini menjadi awal untuk kiprah kami selanjutnya.
AriesMuslim





Silaturahmi KBRI dengan Indo-Bourgogne

6 05 2009

Belum genap seminggu setelah Soiree Indonesienne di Dijon berlangsung, kembali PPI Dijon bekerja sama dengan keluarga Indo-Franco bikin acara lagi.  Kali ini acara ini atas permintaan KBRI untuk dapat bersilaturrahmi dengan penduduk Indonesia di wilayah Bourgogne, sekaligus untuk sosialisasi informasi pelayanan-pelayanan KBRI termasuk persiapan menghadapi pemilu presiden.

Akselerasi kegiatan yang tadinya baru saja menurun, tiba-tiba menjadi kencang kembali.  Setelah mendata orang-orang yang mungkin dapat hadir, sebagian kami bergerak menghubungi para keluarga indo-franco, lalu sebagian lagi mendata restoran2 di sekitar dijon yang masuk budget, nyaman dan tentu saja akomodatif.  Sebagian lagi merumuskan berbagai tetek bengek kegiatan administratif, formulir keluarga2, alamat dan nomor telpon, serta menu-menu makanan yang akan dipesan ke restoran2 tersebut.  Dalam 3 hari kami berkoordinasi sana-sini, hingga akhirnya mendapatkan semuanya di resto Piccolina.

Singkat kata, pukul 13 kami Sabtu tgl 2 Mei, kami bersilaturrahmi satu sama lain. Rombongan KBRI yang terdiri dari Bapak Maruli beserta istri dan salah seorang staffnya, bapak Sudrajat (Atikbud), bapak Bramantya (konsuler), bapak Hari dan salah seorang lagi, bertemu dengan para pelajar di dijon yang berjumlah sekitar  7 orang, lalu juga bertemu dengan 4 keluarga Indo Franco yang meliputi keluarga Courtot dari Dijon, keluarga dari Canceaux, keluarga Peronart dari Cisery  dan keluarga Gracia dari le creusot. Total jenderal kira2 ada 37 orang yang hadir di resto Piccolina.

Acara berlangsung santai dan menggembirakan dipimpin oleh Aries Muslim. Dimulai dengan sambutan dari Monsieur Dijoni Sunny yang memperkenalkan satu persatu penduduk Dijon dan sekitarnya. Lalu kemudian pak Maruli memperkenalkan satu per satu rombongan dari KBRI dan menerangkan secara ringkas maksud kedatangannya. Selanjutnya pak Sudrajat melakukan pemutakhiran data sambil mensosialisasikan persiapan pemilu presiden dan yang terakhir pak Bram menjelaskan tentang tata cara pelayanan konsuler yang sekarang sudah serba cepat.

Semua pembicaraan ini disambi sambil menikmati hidangan apéritif, entrée dan plat principal.  Suguhan istimewanya adalah semur àla dijon yang dibuka dulu dengan salad spesial ikan salmon serta minuman kir. Nah, saat hidangan penutup keluar, sambil minum kopi, mulailah tanya jawab dilangsungkan. Ada yang menanyakan soal permohonan pembuatan passport yang belum selesai, ada pula yang bertanya soal beasiswa, dan sebagainya. Serunya sesi ini ternyata membuat waktu tiga setengah jam terasa berlalu begitu cepat.  Kalau saja resto ini tidak akan tutup, tentu akan kami teruskan perbincangan akrab ini.

Setelah berfoto bersama di depan restoran Piccolina,  dipandu oleh keluarga Courtot, ditemani pula oleh Aries dan Iqbal, para tamu dari KBRI diajak untuk tour ke castle Vougeot. Yaitu salah satu kastil terkenal penghasil anggur di wilayah Bourgogne. Kastil yang berada di pinggiran kota dijon ini dapat dijangkau dengan waktu sekitar 25 menit. Saking enaknya tempat yang penuh kebun anggur ini, pak Sudrajat memutuskan untuk membawa anak2 liburan untuk menginap di sekitar tempat ini.

Akhirnya, sekitar pukul 18, kami berpisah.  Satu lagi, kami menikmati indahnya kebersamaan.  Silaturrahmi ini, Insya Allah akan membawa keberkahan, karena dengan ini kita akan saling mengenal dan saling mengetahui keadaan masing-masing dengan jelas. Pantas saja ada tuntunan Islami yang menyebutkan bahwa silaturrahmi akan membawa rizqi dan ada pula ancaman yang keras bagi para pemutus silaturrahmi.

Maka pelajaran yang dapat kita petik kali ini, jagalah silaturrahmi kita terus satu sama lain….

Nb. Foto-foto ada di sini





Tipe Pelajar Perantauan

1 05 2009

Pics From : Alvie.net

Tergelitik dengan komentar Pak Ery di blog ini, saya jadi ingin mencoba mengklasifikasi jenis perilaku para pelajar perantauan di negeri orang.

Sebelum ada yang tersinggung, saya mau meminta maaf duluan deh (kali aje ada yah…. he he he), Tulisan ini hanya pendapat pribadi loh…, semuanya berpulang kepada diri kita semua. Saya hanya berharap, mudah2an dengan tulisan ini, kita semua bisa menjadi orang yang tetap berusaha untuk adil dalam menempatkan dirinya dengan tepat, tidak melupakan beratnya pelajaran atau kuliah yang jadi kewajiban kita, tapi juga tetap memiliki tanggungjawab dan kepedulian dengan kegiatan2 sosial kemasyarakatan di sekitar kita.

Tidak berpanjang kata lagi, ayo kita mulai deh…

Tipe yang pertama, adalah pelajar manusia tangguh ; bisa mengatur dirinya dan kewajiban utamanya sebagai pelajar, bahkan sempat pula mengurus berbagai kegiatan-kegiatan tambahan lainnya dalam organisasi, olah raga atau kegiatan sosial.

dari : robotblog.com

dari : robotblog.com

Kedua, menjadi pelajar robot tangguh ; mengatur dirinya dengan baik dan konsentrasi penuh dengan perkuliahannya, sehingga kalau ada teman menginap di rumahnya sampai diusir karena takut mengganggu dirinya dalam menyiapkan tugas-tugas presentasi esok hari. Tipe ini ada dua macam, yaitu yang benar-benar kejam dan tidak mau peduli kegiatan pertemanan. Kadang, parahnya yang kayak begini ini seringkali NATO (No action, Talk Only) bahkan menghina golongan pertama yang dianggapnya menyusahkan diri sendiri dengan berbagai kegiatan kemasyarakatan. Namun ada juga tipe yang kedua,  yang tetap baik menjaga hubungan, tetapi betul2 tidak mau terlibat dengan kegiatan kebersamaan dengan yang lain.

from : masstransitmag.com

Pics from : masstransitmag.com

Ketiga, menjadi pelajar turis tangguh ; mengatur dirinya dengan baik sebagai explorer (penjelajah daerah-daerah baru) untuk sekedar menjaga kenarsisan diri.  Sudah jelas yang terakhir ini, mereka amat menikmati
hidup, sampai-sampai lupa tujuan utamanya datang yaitu belajar.  Biasanya ini disebabkan karena terhanyut dengan situasi yang benar-benar baru.

Pertanyaannya, tipe pelajar rantau yang manakah kita ini?





Saat Kebersamaan Berujung Kebahagiaan

28 04 2009

Saat saya kembali ke Indonesia diakhir bulan Februari 2009 untuk bertemu keluarga dan sahabat2, aku belum mendengar rencana tentang acara Soiree Indonesienne. Tapi saat sampai kembali ke Dijon 26 Maret 2009, saya langsung diberitahu bahwa kita akan mengadakan acara malam Indonesia yang bekerjasama dengan Yayasan Trembesi dan KBRI Paris. Wah saya pikir ini sesuatu pekerjaan besar yang harus digarap serius. Dan pelaksanaannyapun sudah tinggal 1 bulan lagi.  Hebat hebat….. (kalau boleh meminjam status YM MAs Made “Merampungkan Dongen Bandung Bondowoso”) sepertinya ini sangat tepaaaaaaaaaaaat.

Terus terang kami warga Indonesia di Dijon belum pernah menyelenggarakan acara yang bersegmen cukup besar seperti ini, paling acaranya kumpul2 untuk makan siang atau makan malam di rumah/apartemen salah satu dari kami. Wal hasil awalnya kami menjadi kurang percaya diri untukmelaksanakannya. Apalagi dengan keterbatasan Waktu, Dana, Peralatan dan pengetahuan tentang budaya orang perancis, terutama saat makan malam dan mengunjungi suatu acara.

Jam terus bergulir, hari berganti hari, minggu berganti minggu, sampailah kami pada minggu 12 April 2009, saat itu saya, ivan dan Glen diajak oleh keluarga Bang Ujai (salah satu keluarga Franco-Indonesia di Dijon) pergi berjalan-jalan ke danau dan sebuah chatuex diluar kota Dijon. Dalam perjalanan Brigitte kembali berbicara tentang persiapan untuk acara Soiree Indonesienne yang akan dilaksanakan sabtu 25 April 2009. Sungguh kami bertiga menjadi sedikit bingung kira-kira format acaranya seperti apa, walaupun Brigitte sudah mengatakan bahwa acaranya hanya makan malam dengan menu tradisonal Indonesia untuk warga Perancis. Sungguh saat itu saya menjadi bingung dan kurang menikmati acara jalan2 itu.

Senin 13 april 2009,  pagi saat ke Labo saya bertemu dengan teman2 Fitrin,  Debyo, Musa trus kami coba mengevaluasi apa saja yang sudah kami lakukan dan harus segera kami lakukan untuk terlaksananya perhelatan acara ini. Debyo dengan “link” ke KBRI dan PPI perancis langsung menanganni semua kebutuhan yang dapat disuporrt oleh mereka, Fitrin dengan “koneksi hebat” kepada teman2 PPI perancis melobi untuk kesedian rekan2 memeriahkan acara ini, Musa dengan “kehebatan pendekatannya” melobi seorang teman bernama Luth untuk bersedia dan memastikan bahwa dia siap untuk melakukan demo membatik di acara ini, sedangkan saya kebagian mengkoordinir rekan2 PPI Dijon untuk memeriahkan dan menyukseskan acara ini.

Tanggal 19 April 2009  kami mengadakan rapat besar di rumah Brigitte untuk membahas rencana detil kegiatan ini karena terus terang walau hanya bersisa 7 hari kami terus terang persiapan baru 20 %, tapi karena pada hari sabtu 18 April 2009 kami mendapat undangan dari PPI wilayah Lyon untuk menghadiri Soirre Indonesienne yang dilakukan oleh temen2 di Lyon, Alhamdulillah kami mendapat gambaran penuh bagaimana acara ini nantinya berlangsung. Itulah pengalaman yang berharga yang kami dapatkan dan malam sebelumnya kami mendapat kehormatan untuk hadir di acara SIlahturahmi makan malam bersama KBRI Perancis dan PPI wilayah Lyon disebuah restoran di kota Lyon, yang hasil positifnya kami mendapat support yang besar dari KBRI Paris berupa kemudahan, bantuan dana dan peminjaman peralatan yang sebelumnya sudah kami ajukan melalui proposal menjadi lebih mudah dan simpel. Kami boleh memakai semua peralatan yang dipinjam PPI Lyon langsung dari temen2 di Lyon, trus beberapa permohonan permintaan kami yang diajukan mendadak seperti peminjaman Viewer, Pakaian Adat, dan Souvenir nan cantik menjadi terasa lebih mudah (Alhamdulillah, memang kalau kita selalu mau berusaha,menyambung tali silaturahmi dan bermohon kepada Allah, semua perkara sulit menjadi mudah,amin), bahkan peralatan itu semua sebagian dibawa oleh Staff KBRI yang menjadi utusan untuk menghadiri acara kami dan Teman2 PPI Lyon ( Bang Endra, Uda UUn, Mbak Ari dan Om Pascal) dengan setulus hati membawakan itu semua buat suksesnya acara ini (Semoga Allah membalas kebaikan mereka dengan kebaikan, kemudahan dan rejeki nan berkah lagi melimpah,amin)

Kamis 23 April 2009, jam 19 .00 – 23.00, kami berkumpul di rumah aries untuk membahas persiapan terakhir acara ini, hampir  seluruh “panitia”  pendukung acara ini hadir (Bang Ujai, Mbak Agnes, Mbak Yati dan Chers, Kang Doktor Sunny,   Om Debyo “Sang Ketua PPI wilayah Dijon” dan Mbak Aning sang Istri, Uni “Sesepuh” Fitrin, Aries , Ivan, Glen, Dian, Mita, dan Bang “Nabi” Musa, serta penghuni le creusot Kang “Blog Tuan Sufi” Iqbal tea’  . Sebuah kumpulan kolaborasi nan cantik namun penuh dinamika, heheheh. Acara pertemuan berlangsung alot “seperti sidang paripurna DPR saat memutuskan UU Pemilu lalu”, tapi Alhamdulillah selesai dengan hasil yang mengharuskan kita dalam 2 hari ini bekerja ekstra keras dan tekun buat menyelesaikan semua rencana yang sudah disusun. Tapi pagi sebelumnya para juru masak (Ivan, Kang Sunny, Aning dan Brigitte) pergi berbelanja ke toko cina dan pasar komunitas buat membeli keperluan bahan untuk memasak.

Uni Fitrin dan Mami Ira sedang "beraksi"

Jum’at 24 April 2009, kami mendatangkan chef besar Indonesia dari Paris yang sudah cukup lama kami kenal (kami sering menikmati masakan beliau yang hhhmmm nikmat, selama tinggal di resident International de Etudient selama 6 bulan) Ira “Ustazah Al Mukarom..” Puspitawati, beliau dengan gembira memulai memasak semua bahan dan bumbu yang sudah dipersiapkan mulai dari jam 10.00 – 22.00 dirumah Brigitte dengan dibantu oleh Kang Doktor Sunny, Chef Ivan van Bolos, Uni “Sesepuh” Fitrin. Alhamdulillah pada malam itu masakan sudah siap 80% (rendang, semur dan soto kalkun siap santaaaaaaaap). Sedangkan kami mempersiapkan susunan acara, dan peralatan pendukung Expositon dan Animation yang akan di tampilkan.

Sabtu 25 April 2009, Mami Ira pagi2 sudah menyambangi rumah aries, untuk meneruskan memasak beberapa menu yang merupakan bagian, sedangkan kami berangkat ke tempat acara untuk mempersiapkan dekorasi, mengatur meja dan bangku dan semua keperluan untuk mendukung suksesnya acara ini. Sunggu berbeda saat saya mempersiapka acara wisuda Universitas Gunadarma  di Balai Sidang Jakarta dengan acara Soirree Indonesienne di Dijon Perancis. Dibalai Sidang kami hanya tinggal mencoba semua peralatan, soundsystem, panggung, susunan kursi dan lainnya, sebab semua itu sudah dilakukan oleh petugas dari gedung tersebut. Sedangkan di Dijon perancis, kami benar2 harus men setting semua keperluan gedung (meja, Bangku, dekorasi, sampai menyapu, seperti contoh

Bang Imus lagi nyapu Sungguh pengalaman yang harus disimpan rapat2.

Hari semakin sore, kami sudah mulai dag dig dug der walaupun semua persiapan sudah makasimal, tapi perasaan ini masih aja ada yang kurang, kurang inilah itulah dan sebagainya. Tiba akhirnya waktu menunjukan jam 16.15 datanglah tamu pertama kami dan sungguh mengejutkan beliau adalah Prof  Boucheix, pembimbing utama Dian, beserta istri yang mengenakan pakaian Batik sungguh membuat kami terharu, karena Beliau begitu bangga dan percaya diri untuk memakainya (karena kadang banyak kita bangsa Indonesia malu menggunakan Batik, dibanding menggunakan Jas). Kemudian disusul oleh temen2 CEIF dian dari berbagai bangsa, serta tamu2 lainnya.  Ada Rekan2 labo Psikologi , Rekan2 dan colega Brigitte, Prof Michel beserta Istri, Keluarga Franco-Indonesia, serta teman2 dari Lyon dan tak lupa serombongan Staff KBRI yang dipimpin oleh Bapak Stevanus Yuwono, sungguh kira ada 80-100 orang yang hadir, wah kami bersyukur begitu antusias pengunjung datang ke acara ini, yang tadinya terus terang kami sedikit pesimis terhadap keberlangsungan acara ini.

Pengunjung Acara Soiree Indonesienne

Acara dimulai dengan Exposition Foto2 Indonesia dengan berbagai keindahan dan tata kehidupannya , Batik dalam berbagai bentuknya, demo pembuatan batik, Film dan lagu2 bernuansa indonesia acara pembuka ini sudah menunjukan antosiasme pengunjung untuk menyaksikan acara selanjutnya, sampai2 pengunjung meminta untuk segera panitia menampilan acara Tarian Tradisional yang sudah  menjadi bagian acara yang kami susun.

 

tari piring oleh UwiTepat jam 19.00 acaraTari Sembah yang di bawakan oleh Ari, sungguh memikat pengunjung untuk tetap duduk berlama-lama menyaksikan acara2 selanjutnya, apalagi acara utama makan malam belum disajikan, heheheh.

Jam 19.45 mulailah acara makan malam yang diselingi oleh pertunjukan Menyanyi , Menari Piring dari sumatera barat, sampai acara terakhir acara tari Poco-Poco oleh semua panitia yang dikuti oleh pengunjung, walau menjadi nggak karuan (yang pasti tari poco2 nya panitia juga ancur lebur yang dipimpin oleh pelatih tari yang khusus didatangkan dari menado Glen “Goyang” Suryo Putro)

 

 

 

 

 

Pukul 22.30 seluruh acara ditutup dengan ucapan terima kasih buat pengunujung, Panitia, dan semua pendukung acara ini, karena saat para pengunjung berkomentar mereka merasakan sebuah acara yang SPEKTAKULER, yang membuat mereka seperti sedang berlibur di indonesia, Bahkan Staff kedutaan dan teman2 dari Lyon pun menyampaikan rasa kagum atas berlangsungnya acara ini, Allahuakbar, alhamdulillah, Syukur kepada Allah yang telah memberikan kemudahan, rahmat dan pertolongan buat kami semua. 

Itulah buah dari “KEBERSAMAAN UNTUK KEBAHAGIAAN” KEBERSAMAAN ANTAR BANGSA

 

 

 

 

 

 

Aries Muslim